Sejarah
Sejarah Program Studi
Perjalanan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana berkembang dari pelayanan anestesi yang awalnya menjadi bagian dari Ilmu Penyakit Bedah, hingga menjadi program pendidikan dokter spesialis yang mandiri dan terus berkembang di tingkat nasional maupun internasional.
Awal Perkembangan
Pada awalnya, Anestesi merupakan salah satu seksi dari Bagian Ilmu Penyakit Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan RSUP Sanglah. Seiring perkembangan pelayanan dan kebutuhan pendidikan, bidang Anestesiologi kemudian berkembang menjadi unit yang berdiri sendiri dan secara bertahap membangun sistem pendidikan spesialis yang mandiri.
Perjalanan Sejarah
Beberapa tonggak penting yang menandai perkembangan Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Berdirinya Laboratorium Anestesiologi dan Terapi Intensif
Anestesiologi berdiri sendiri sebagai Laboratorium Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Universitas Udayana yang dipimpin oleh dr. Wayan Sukra, setelah menyelesaikan pendidikan spesialis Anestesiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sejak saat itu, pendidikan mahasiswa dan pelayanan anestesi mulai dikelola secara mandiri.
Penguatan Sumber Daya Manusia
Pada tahun 1985 dan 1986, masing-masing terdapat tambahan dokter spesialis anestesiologi. Hingga tahun 1990, jumlah staf berkembang menjadi lima dokter spesialis Anestesiologi.
Pengembangan Pelayanan Terapi Intensif
Bersamaan dengan mulai beroperasinya Instalasi Rawat Darurat, pelayanan Ruang Terapi Intensif mulai dilaksanakan, memperluas ruang lingkup pelayanan Anestesiologi dan Terapi Intensif.
Dimulainya Pendidikan Pendahuluan PPDS
Pada Juli 2002 dimulai pendidikan pendahuluan PPDS-1 bidang Anestesiologi dan Reanimasi. Peserta didik berasal dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang pada saat itu berperan sebagai institusi pembina.
Pendidikan Spesialis Mandiri
Setelah visitasi oleh Kolegium Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia, Program Studi dinyatakan layak menyelenggarakan pendidikan secara mandiri. Izin operasional diterbitkan melalui SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3745/D/T/2006 tanggal 28 September 2006.
Penguatan Legalitas Program Studi
Izin operasional Program Studi diperpanjang pada tahun 2009 dan kembali diperpanjang pada tahun 2012. Selanjutnya, perpanjangan izin operasional dilaksanakan berdasarkan pelaporan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
Perubahan Nama Program Studi
Nama Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi berubah menjadi Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor 453/UN14/HK/2021.
Pertumbuhan dan Kontribusi Nasional
Hingga tahun 2025, jumlah staf aktif telah berkembang menjadi 34 orang dengan empat staf telah memasuki masa purna tugas. Program Studi telah meluluskan 155 dokter spesialis anestesiologi yang bekerja di berbagai rumah sakit negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Perkembangan Program Studi
Dari Bali untuk Indonesia dan Dunia
Berlokasi di Bali memberikan nilai strategis bagi Program Studi dalam mengembangkan jejaring, kerja sama, pendidikan, dan daya saing pada tingkat nasional maupun internasional.
Continuing the Legacy
Dari perjalanan pelayanan anestesi yang sederhana hingga menjadi program pendidikan dokter spesialis yang mandiri, Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana terus berkembang melalui pendidikan, pelayanan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi untuk menghasilkan dokter spesialis yang kompeten dan memberikan kontribusi bagi pelayanan kesehatan di Indonesia.



FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA