Kurikulum
Pendidikan Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan pendidikan akademik, pengalaman klinis, penelitian, dan pengembangan profesionalisme untuk mencapai kompetensi lulusan secara bertahap dan berkesinambungan.
Kurikulum
Kurikulum dirancang untuk menghasilkan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif yang mampu memberikan pelayanan perioperatif, anestesia, terapi intensif, kegawatdaruratan, dan manajemen nyeri secara aman, bermutu, profesional, berbasis bukti, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
Setiap mata kuliah, stase klinis, kegiatan akademik, dan metode asesmen dirancang secara terintegrasi untuk mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara terukur dan berkesinambungan.
Pendekatan Pembelajaran
Proses pendidikan menggunakan pendekatan SPEEC yang mengintegrasikan pengalaman klinis, pemecahan masalah, praktik berbasis bukti, serta nilai budaya lokal Bali.
Timeline Kurikulum
Pendidikan dibagi menjadi tiga tahap yang menggambarkan peningkatan kompetensi peserta didik dari penguasaan fondasi ilmu dan keterampilan klinis hingga kemandirian profesional.
Pemahaman
Pembentukan fondasi ilmu, sikap profesional, keterampilan klinis dasar, serta penguasaan sebagian besar kompetensi dasar anestesiologi dan terapi intensif.
Pendalaman
Pendalaman kompetensi klinis dan pengelolaan kasus kompleks meliputi anestesi lanjut, terapi intensif, kegawatdaruratan, serta peripheral nerve block tingkat intermediate.
Pemantapan
Pemantapan menuju kemandirian klinis dan profesional, pengelolaan kasus kompleks, kepemimpinan, tugas manajerial sebagai chief resident, konsultasi antardisiplin, serta penyelesaian penelitian.
Area Kompetensi Utama
Kurikulum dikembangkan berdasarkan enam pilar kompetensi utama dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif.
Ilmu Kedokteran Perioperatif
Penilaian risiko, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi tata laksana perioperatif.
Ilmu Anestesi
Anestesia umum, sedasi, manajemen jalan napas, anestesia regional, serta penanganan komplikasi anestesia.
Tatalaksana Nyeri
Penatalaksanaan nyeri akut, nyeri kronik, nyeri kanker, terapi multimodal, regional, dan intervensi nyeri dasar.
Terapi Intensif
Pengelolaan pasien kritis medis maupun bedah, baik dewasa maupun pediatri.
Kedokteran Gawat Darurat & Bencana
Resusitasi, triase, stabilisasi, evakuasi, rujukan, dan koordinasi tim.
Kompetensi Ilmiah
Evidence-based medicine, telaah kritis literatur, penelitian, karya ilmiah, dan pengembangan keilmuan.
Keunggulan Program Studi
Anestesi regional dan manajemen nyeri merupakan bidang unggulan Program Studi dan menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum juga mengintegrasikan Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) sebagai salah satu bahan kajian untuk mendukung pelayanan perioperatif modern.
Pengalaman Belajar Klinis
Pendidikan mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pengalaman klinis melalui berbagai kegiatan di rumah sakit pendidikan utama, rumah sakit jejaring, dan wahana pendidikan lainnya.
Penilaian dan Evaluasi
Kemajuan peserta didik dievaluasi secara longitudinal melalui kombinasi asesmen formatif dan sumatif untuk menilai pengetahuan, keterampilan klinis, sikap profesional, dan kesiapan melanjutkan tahap pendidikan.
Asesmen Formatif
- Case-Based Discussion (CBD)
- Anesthesia Clinical Evaluation Exercise (ACEX)
- Bimbingan Procedural Skill (BPS)
- Direct Observation of Procedural Skill (DOPS)
- Peer Assessment Tool (PAT)
Asesmen Sumatif
- Computer-Based Test (CBT)
- Objective Structured Clinical Examination (OSCE)
Profil Lulusan
Lulusan dipersiapkan untuk menjalankan berbagai peran profesional dalam pelayanan, pendidikan, penelitian, komunikasi, dan manajemen kesehatan.
Professional Care Provider
Memberikan pelayanan anestesiologi dan terapi intensif secara aman, profesional, komprehensif, dan berorientasi pada pasien.
Manager
Mengelola pelayanan dan bekerja dalam tim multidisiplin untuk menghasilkan keputusan medis yang optimal.
Academician
Menerapkan pembelajaran sepanjang hayat serta terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan profesional.
Researcher
Melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan anestesiologi dan terapi intensif.
Communicator & Health Educator
Berkomunikasi secara efektif dengan pasien, keluarga, tenaga kesehatan, sejawat, dan masyarakat.
Fokus Akhir Pendidikan
Pada akhir pendidikan, peserta didik diharapkan mampu menjalankan praktik anestesiologi dan terapi intensif secara komprehensif dan mandiri, meliputi pengelolaan perioperatif, anestesia, terapi intensif, manajemen nyeri, dan anesthesia crisis management. Lulusan juga diharapkan mampu memimpin tim, mengambil keputusan profesional, menerapkan evidence-based medicine, serta menghasilkan karya ilmiah yang mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.



FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA